Generasi Muda Persis Menyongsong Era Dakwah Digital dan Kolaborasi

Oleh: Firman Bagja Nugraha, S.Sos.
Ketua PD. Pemuda Persis Kab. Sumedang

Muskerda Pemuda Persis ke-1 di Al-Furqon Sumedang Selatan mewartakan informasi bahwa Instagram milik Pemuda Persis sudah mencapai 1.187 followers. Angka followers yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan Instagram milik sahabat kita Pemuda Muhammadiyah Sumedang yang berjumlah  176 followers dan Pemuda Anshor Sumedang yang berjumlah 1016 followers pertanggal 30 Januari 2022.

Jumlah follower Pemuda Sumedang yang cukup banyak ini adalah bukti bahwa Pemuda Persis Kab. Sumedang cukup besar perhatiannya terhadap perkembangan informasi dan teknologi hari ini. Perhatian ini tentu saja sebagai bentuk ikhtiar meljitkan daya sebar agar semakin luas dan tentu saja berdampak.

Selain Instagram, Facebook, Youtube dan akun Tiktok juga tak ketinggalan digunakan oleh Pemuda Persis sebagai media dakwah.  Harapan dari semua itu adalah dakwah Pemuda Persis bisa menjadi penyeimbang betapa masifnya konten-konten negatif yang berseliwean di dunia maya.

Penggunaan media sosial sebagai media dakwah di era digital ini adalah sebuah keharusan yang tidak boleh dikesampingan.

Bukankah pepatah Ali bin Abi Thalib mengatakan bahwa,

عَلِّمُوْا اَوْلاَدَكُمْ فَإِنّهُمْ سَيَعِيْشُ فِى زَمَانِهِمْ غَيْرَ زَمَانِكُمْ فَإِنَّهُمْ خَلَقَ لِزَمَانِهِمْ وَنحَنْ ُخَلَقْنَا لِزَمَانِنَا

Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian”.

Perkataan tersebut mengandung nasehat yang penulis fahami bahwa anak-anak sebagai penerus harus bisa membedakan mana urusan agama (dien) dan urusan dunia, sehingga tidak salah kaprah melakukan pembaharuan. Agama tentu tidak perlu diperbaharui karena sudah sempurna sejak Nabi selesai menyampaikan risalah Adapun dunia kita harus selalu upgrading dengan perkembangan zaman.

Agamanya tidak boleh berubah tapi metode menyampaikan agama justu harus luwes dan berubah-ubah sesuai perkembangan peluang dan tantangan. Kecuali pada hal-hal yang bersifat mahdlah misalnya kaifiyat khutbah jumat, ied, gerhana dan lain-lain. Tetapi di luar itu sangat sarat untuk dilakukan perubahan, misalnya khutbah ied dan khutbah jumat ditayangan di youtube atau media lainnya agar ibu-ibu dan para pemudi bisa menyimak isi materi khutbah tersebut di rumah masing-masing.

Selain dakwah melalui media yang selanjutnya harus jadi perhatian generasi muda Persis adalah dakwah kolaboratif. Pemikiran ini berawal dari kesadaran bahwa tugas dakwah adalah tugas bersama. Tantangan dakwah mustahil bisa diselesaikan oleh hanya sekelompok orang saja. Perlu ada kerja bersama yang menuntut adanya kolaborasi dalam langkah. Meskipun diantara harakah satu dengan harakah yang lainnya terdapat banyak perbedaan, namun sepanjang perbedaanya hanya sebatas pada perbedaan-perbedaan yang bersifat furuiyah saja, penulis kira itu tidak menjadi halangan bagi setiap gerakan dakwah untuk berkolaborasi.

Pemuda Persis bersama KNPI, Pemuda Ansor, Pemuda Muhammadiyah, dan Pemuda PUI Sumedang telah sekian lama membangun Kerjasama dalam berbagai hal diantaranya adalah dalam Gerakan dakwah. Kebersamaan itu dibangun terus dengan komitmen untuk satu sama lain saling menguatkan dan melengkapi. Kedewasaan dalam membangun kolaborasi dakwah ini diharapkan akan signifikan mempengaruhi Gerakan dakwah di Kabupaten Sumedang.

Selain dengan organisasi di atas Pemuda Persis juga in syaa Allah akan terus melakukan komunikasi dengan komunitas-komunitas dakwah lainnya seperti Pemuda Hijrah, Pemuda Ikhlas, Odoj Sumedang, Bikers Subuhan, dan yang lainnya

Ini semua kami lakukan sebagai bentuk upaya menlahirkan kebermanfaatan yang kolektif. Jika dalam Hadits Nabi orang uang bermanfaat diberi predikat “Khairunnas” apalagi jika kebermanfaatan itu dilahirkan secara bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *